Toraja Lovely December

Pada bulan Desember 2008, Pemerintah Sulawesi Selatan bersama dengan Pemerintah Kab. Tana Toraja dan mungkin juga dengan caretaker Kabupaten Toraja Utara akan menggelar event “Toraja Lovely December”.

Event ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara ke Toraja yang selama beberapa tahun terakhir ini kian meredup. Namun banyak pihak menyangsikan apakah program ini akan berhasil.

Pasalnya sampai saat ini kondisi tempat tujuan wisata di Tana Toraja sepertinya masih tidak terpelihara. Beberapa objek wisata penting seperti : Londa, Ke’te Kesu, Lemo, dan Museum Buntu Kalandao sepertinya masih terbengkalai. Kurangnya dana dari Pemerintah membuat lokasi wisata tersebut sepertinya tidak dapat mempertahankan keadaaan mereka.

Ada yang menilai event ini hanya sebagai ucapan terima kasih Yasin Limpo kepada masyarakat Toraja atas dukungannya pada Pilkada Gubernur kemarin yang telah membawa Yasin Limpo ke kursi gubernur Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan Toraja Lovely Desember sepertinya tidak seperti yang diharapkan. SBY dikabarkan akan datang ke Toraja tetapi ternyata tidak jadi. Acara pembukaan sendiri baru dimulai pada akhir Desember 2008.
Apakah memang disengaja? Atau apakah program ini akan menjadi program rutin setiap bulan Desember?
Saya berharap demikian.

Namun satu yang pasti, sebagai anak muda Toraja kita harus melakukan sesuatu untuk kemajuan “tondok kadadianta”. Setidaknya perbaiki dulu diri kita masing-masing. Tingkatkan terus skill yang kita miliki dan mari kita membantu adik-adik kita supaya mendapat pendidikan yang lebih baik.

21 responses to “Toraja Lovely December

  1. Aaaiiihi (meolina’ to pia)

    Salu dengan launching program itu, entah ucapan terima kasih atau tidak, yang jelas lihat produknya. Tapi sayang, Pemda Toraja adem-adem saja. Dulu kita berharap kita “susi anakna tau sule umpemeloi tondokna”. Dan sekarang ada “anakna tau rampo umpemeloi tondokta. Tapi sayang sejuta sayang…………. kita rapa’rapa’ to ungkampai di ben duku’ dio to mantaa.

  2. Melosiake buda tau rampo ma` lovely december
    Yamike susi acara budaya 3 tahun di bulan december, tae` napira tau tiroi.
    Uran tarru do toraya ke bulan 12.
    Jadi mbai na kurang-kurang maruate ke kutiroi.
    Nakua duka pia do toraya biasa2 ri ade` tu lovely december.
    Bahkan buda tau do toraya tae natandai kumua dentu lovely dec.
    Mudah-mudahan na sukses sia.
    Supaya natandai duka tau tu tondokta.
    Umbarakasusi le…………

  3. ya ri to tu to ma’parenta ke na tiroi tu tondokta……ta sang sulean langgan kampong….den oupa’ dipoupa’ anna pong matua lan benni kameloan tu toraya…..viva toraya….viva to’yasa akung

  4. tasule nasang pia insider, ta pemarua’i tu lovely toraya….misa’ kada dipotuo pantan kada dipomate…hidup to toraya

  5. tae’ siaraka na male to toraya maminte-minte lako gubernur???????????
    masiri’ki’………..

    aiiiiiiiihiihiiiiiiiiiiiii…………….
    meoli ko toraya

  6. Aihihi,
    tae’ apa2 tu Lovely December
    moi solata do liu kampung tae natandai kumua mangapari ade’ tu disanga Lovely December.
    Mungkin perlu lebih banyak sosialisasi, tidak hanya keluar toraja tapi di toraja sendiri.
    Kesannya kurang koordinasi propinsi – kabupaten.
    Andai saja, pemerintah kabupaten bisa lebih proaktif.

  7. lovely december tidak ada gregetnya
    tae’ ditiro lako tu promosi yg menarik/menggelitik rasa penasaran orang untuk ingin tahu apa ra tu disanga “lovely december”
    kita hargai usahanna sia pak Yasin untuk mengangkat kembali pariwisata Toraja tapi di tondokta sendiri tae’ ditiro lako tu kegiatan yg berarti

    dec kemarin saya pulkam tapi sampai di sana sama bassia tongku sule ma’libur lebaran, tabe’ umbai kurang gega’ te to ma’parenta kapang
    saya cuma melihat 1 spanduk mengenai lovely dec di dekat pala’², tidak jelas apa kegiatannya

    na anna dikua la menggalakkan kembali pariwisata, saya sempat ke lemo dan londa (yg dibeberapa web menyebutkan siap menerima turis tapi kenyataannya menyedihkan)mendapati objek wisata tersebut tidak “terurus”. waktu di lemo, pada saat mau meninggalkan lokasi baru dikejar² diminta bayar tiket masuk, saya minta karcis tiket sebagai bukti bayar nakua tu sia tanta ma’baluk tiket “habis,belum dicetak” (saya perhatikan slot tiket yg dibawa memang tinggal 1 lembar yg belum disobek).

    tolong dalam²nya dibenahi dulu baru promosi keluar, supaya tae’ ta masiri’
    tongan duka kumua mungkin tidak ada koordinasi antara pemerintah propinsi dengan kabupaten (jalan sendiri²), kurang sosialisasi program ke masyarakat (umbai ditingkat to ma’parenta duka) … contoh sederhana, salah satu pintu masuk ke sulsel kan bandara hasanuddin tapi pelayanan di sana masih amburadul. nah, umba mora la dikua menyambut tamu ke pelayanan tidak maksimal

    tolonglah sarana pendukungnya ditata dengan baik baru gembar-gembor ngajak orang datang

    kurre

  8. aku punya ide, apa diterima ngak yach……

    gini………. gimana kalo kita orang toraja kalo ahir taon kita pulang penuhi TORAJA gitu lho….

  9. Kita sebagai orang toraja jangan menunggu tindakan dari pemerintah, lebih baik kita (pribadi) yang duluan mengambil inisiatif langkah2 apa yang bisa dilakukan guna menarik pelancong kembali ketondok “MATARIK ALLO LEPONGANNA BULAN”.

  10. Inilah akibat ….budaya kebersamaan kita yang sudah mulai pudar…???
    mari kita tumbuhkan kembali …. budaya kebersamaan To Toraja …dalam segala aspek kehidupan …

  11. Toraja Lovely December harus diakui sangat disesalkan karena tidak terlaksana dengan baik. saya menyarankan agar Gereja Toraja sebagai kelompok terbesar di Tana Toraja dan diluar Tana Toraja mempersiapkan diri untuk Lovely December 2009 dan tahun selanjutnya. persiapan diri itu, misalnya, dengan menjadikan Desember sebagai bulan Wisata Rohani warga Gereja Toraja.
    pada masa “Wisata Rohani” tersebut, diharapkan warga Gereja Toraja di perantauan dapat pulang kampung. semoga iman wrga toraja makin bertumbuh melalui wisata dan semakin meningkatkan kekaguman masyarakat dunia terhadap my country.
    salama’

  12. iya ke pangampa’ku toda, kusanga iatu to ma’parenta ta do Toraya la’bi sibuk ia ma’politik
    unnurus partai-nna,unnurus calegna, unnurus srategi sitetena “pencontrengan” singkat carita mbai sibuk bang ia ma’kampanye,sehingga tae’ mo na benni perhatian penuh lakoacara “Lovely dec”. umba lanakua tu to buda la bergerak, ke tae’na gerakkanni kayu kalandona tondok khususnya to ma’ parenta ta.

    o tabe’to ke salai.

    salama’

  13. ”tabe’ kipadololamban lako tau to tangnissan norong, lako tau kalandona tondo'( yank gimana thu artix )lakukua yake nasalahkomi sorongan sepu’, ba’to taduan tole’, kampai sorongan peda’guru’… apa yanna ira’komi billa’ ba’tu piso kurre-kurre sumanga’na”

    begini klo menurut pendapat saya soal kampanya2 ditoraja….
    – ndak usah terlalu beriming – iming untuk pengen jadi pemimpin, cukup satu orng yang mewakili setiap daerah yang dianggap mampuh untuk membangun daerah kita sendiri.

    – kita sebagai orang toraja harus bersatu, jangan suka terpisah2….krna torajalah daerah yang paling damai yang seperti dijanjikan TUHAN pada kita, jangan pentingkan kekuasaan lalu menganggap kekuasaan itu hasil jeripaya kita sendiri tampa bertolak kebelakang, karna semua itu hanya titipan dan ujian pada kita semua ……………GBU.

Comments are closed.