Penjual sayur di pasar makale, tana toraja

Profesi sebagai penjual sayur di pasar makale mungkin bukan cita-cita dari sebagian orang yang sekarang menekuni pekerjaan itu.

Mereka harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan keuntungan yang tidak seberapa, demi menafkahi keluarga. Mungkin juga untuk menyekolahkan anak dan biaya kesehatan.

Kebanyakan dari penjual sayur ini berasal dari desa-desa di sekitar Makale. Mereka datang ke pasar dengan menempuh jarak yang tidak dekat.  Selain itu mereka harus mengeluarkan biaya transportasi yang tidak murah untuk sampai ke pasar. Tidak kurang dari 15 ribu rupiah harus mereka keluarkan untuk pulang-pergi ke Pasar. Sementara keuntungan yang diperoleh sehari mungkin hanya berkisar 10ribu sampai 50ribu rupiah.

Kenyataan ini tentunya memberikan konsekuensi yang sangat berat bagi para pedagang sayur. Mereka kadang harus berjalan jauh untuk mengurangi biaya transportasi.

Sayangnya Pemerintah Tana Toraja sepertinya tidak terlalu peduli dengan perekonomian. Sistem transportasi tidak diatur dengan baik sehingga biaya transport sangat tidak terjangkau masyarakat kecil. Untuk jarak sampai dengan 15km seperti Makale-Mebali diperlukan Rp 7000.

Jika seandainya Pemerintah fokus ke arah peningkatan ekonomi, harusnya sistem transportasi sebagai pendukung perekonomian hendaknya diperbaiki. Harus ada sistem transportasi yang murah dan bisa melayani masyarakat banyak.

Mungkin suatu saat … ketika para ponggawa kita tidak lagi sibuk dengan bargaining partai politik (busuk).