Kehidupan pedagang sayur di Pasar Makale

Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi Pasar Makale. Pasar ini menjadi nadi perekonomian di Tana Toraja, khususnya wilayah Makale. Pasar Makale sudah ada sejak sebelum Belanda datang ke Toraja. Namun tidak ada dokument atau bukti-bukti keberadaan pasar Makale pada jaman itu.

Indo’ Ta’bi salah seorang penjual sayur di Pasar Makale mengakui sekarang ini kehidupan sebagai penjual sayur di Pasar semakin sulit. Hal ini karena semakin mahalnya biaya transport dari desa ke pasar. Dalam sehari berjualan, omset yang bisa didaptkan hanya sekitar 40 ribu sampai 50 ribu rupiah. Sementara biaya transport bisa sekitar 7 ribu sampai 10 ribu rupiah.

Jadi dalam sehari paling banyak Indo’ Ta’bi hanya bisa mengumpulkan duit sebanyak 10 ribu sampai 20 ribu rupiah.  TIdak cukup untuk menghidupi keluarga yang terdiri dari 2 orang anak.

Keadaan seperti ini sangat lasim untuk sebagian besar masyarakat Toraja yang hidup dari pertanian. Semoga jika nanti pemerintah baru dapat memberikan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s